[TRANS] Wawancara Junsu dari Asiana Airlines journal

 

Musim gugur ini, seorang musisi Korea melakukan tur keliling dunia dengan musik dan tariannya:

XIAH JUNSU, sebelumnya seorang anggota TVXQ dan sekarang Kim Junsu seorang anggota JYJ dan seorang aktor musikal. Dengan menuliskan kembali sejarah K-Pop, dia tetap menjaga kesegaran dan kekuatan langkahnya dengan mengeluarkan album soslo pertamanya di bawah nama ‘XIA’. Langkahnya ini sangat berani dimana dia mencoba mencapai puncak kekuatan K-Pop pada setiap konser dunianya. Dia berpartisipasi di tiap menit proses rekaman album terakhirnya, menunjukkan begitu kuatnya keinginannya menjadi seorang artis.

Pria ini, yang membentuk masa depannya sendiri, dari mana ia mendapatkan kepercayaan diri seperti itu? Kita akan mencoba menjawab melalui pertanyaan  yang kami tanyakan kepadanya sebagai penyanyi yang telah sukses konser di New York dan LA.

Q. Secara umum apa kunci album terakhir kamu?

A. Ada dua kata: XIA dan “tidak ada duanya”. Keutamaan semua musik yang saya ingin dan dapat lakukan, XIA adalah kata yang mengekspresikan segalanya. Saya menunjukkannya kepada orang-orang. Disana ada banyak genre seperti pop, dance, ballad, R&B, HipHop dan electronic. Sementara ini tidak ada promosi di TV, aku berpikir aku membuat perbedaan musik dan fokus pada “ketidakseimbangan” yang mengarahkan pada tren musik yang tidak seimbang.

Q. Kamu pernah berkata judul lagu TARANTALLEGRA    adalah lagu yang bukan untuk didengar tetapi dilihat.

A.Ya. Musik terakhir terinspirasi dari musikal ELIZABETH dimana aku turut berpartisipasi didalamnya. Akting sebagai DEATH yang misterius dan karismatik, perantara antara Tuhan dan Manusia. Aku membuat lagu pop yang seperti mimpi. Judulnya sendiri berarti sebuah mantra yang membuat orang menari. Aku mencoba untuk membuat sebuah video musik yang dramatis dan tidak biasa dan melakukan usaha lebih pada detail, termasuk fashion dan koreografi. Lagu ini bisa dilengkapi dengan faktor visual.

Q. Kamu menjadi penyanyi solo Korea pertama yang mengadakan konser di Meksiko, Brasil dan Chili. Apa yang membuat tur dunia ini dimulai?

A. Selama tur dunia JYJ aku mengetahui banyak fan di Amerika Utara dan Selatan serta Eropa, dan aku termotivasi untuk bekerja lebih keras. Aku mendapatkan energi dan semangatku dari respon fan diseluruh dunia. Setelah merilis solo album dan melakukan tur Asia, aku lebih percaya diri. Dan alasan utamanya adalah “bukan kesopanan dan terpaksa tetapi untuk maju dengan tujuan yang lebih besar”.

Q. (Tidak terlihat)

A. (Tidak terlihat)…Musikal mengajarkan sebuah kenikmatan untuk mengartikan apa yang telah dibangun jadi apa yang kumiliki dan bekerja sama dengan pemain lain dan staff untuk melengkapinya. Aku menyadari potensi lain yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya, dan ini menginspirasiku tidak hanya sebagai aktor Kim Junsu tetapi juga sebagai penyanyi XIA.

Q. Setelah 9 tahun kamu debut, kamu lebih aktif dalam pekerjaan dan kelihatan memiliki keinginan untuk menang.

A. Ada kebahagiaan yang melebihi rasa kemenangan. Saat ini aku tidak mengikuti keinginan orang lain, tetapi mengerjakan segala sesuatu dengan mengeluarkan ideku sendiri dan melakukan apa yang ingin aku lakukan. Sungguh sulit tetapi semua itu terbalas. Meningkatkan kepuasan sebagai seorang penyanyi. Dibandingkan dengan masa lalu aku pikir aku menjadi lebih dewasa dan (menambah) pengetahuanku tentang dunia dan perlahan tumbuh menjadi seorang pria dewasa.

Q. Kamu pergi ke belahan lain dunia dengan K-pop. Harapan kami tinggi terhadap masa depanmu.

A. Aku sangat berterimakasih atas semua cinta dan aku harus mencoba lebih keras dan berpikir lebih. Seperti solo album terakhirku atau tur dunia, aku akan mencoba musikal baru dan melanjutkan tantanganku di musik. Album World Tour JYJ yang kedua telah lama sekali disiapkan akan diproses tahun depan.

 Source: Asiana Airlines via DNBN
Translated By: chocolato of XIAHPress
Shared By: XIAHPress + JYJ3 + JYJ Indonesia

Indonesian trans: Tiffani – JYJ Indonesia (edited by Tuti)