[NEWS] “Tidak Mungkin” di Negara Sendiri, “Disambut” di Luar Negeri—Paradoks JYJ

“Tidak Mungkin” di Dalam Negeri, “Disambut” di Luar Negeri

[Gambar: Grup Idola JYJ—Penyanyi Korea pertama yang mengadakan konser di SanTiago, Chili pada bulan Maret 2012. Grup ini membuka market diluar negeri sejak aktivitas mereka di Korea mengalami hambatan. Dari Kiri ke Kanan: Kim Jaejoong, Park Yoochun, dan Kim Junsu—Foto dari C-Jes Entertainment]

Grup Trio JYJ (Jaejoong-Yuchun, Junsu) sangat unik. Sangat sulit melihat grup ini di Negara mereka sendiri yaitu Korea tetapi grup ini malah melakukan aktivitas luar biasa di luar negeri. Tim ini melakukan tour ke Spanyol, Jerman, Chili dan Peru dan member mereka Kim Junsu juga telah melangsungkan konser tunggalnya di Meksiko—semua itu adalah prestasi mereka sebagai penyanyi Korea pertama yang mengadakan konser di Negara-negara tersebut. Mengapa suasana di dalam dan diluar negeri-nya sangat berbeda? Kamu mungkin akan melihat sebuah persamaan dari kekuatan industri pop Korea.

◆Ujung dari kontroversi bersama TVXQ?

[Kim Junsu saat konser tunggal di Meksiko, 6 September]

Ketiga anggota JYJ telah memulai debut mereka sebagai penyanyi pada tahun 2004 sebagai grup TVXQ yang beranggotakan 5 orang, dibawah bendera SM Ent. TVXQ dengan cepat menduduki puncak di idustri KPop dan memiliki 100.000 anggota fans-club. Pada tahun 2009, ketiga anggota tersebut berpindah dan keluar dari agensi tersebut dan membentuk JYJ setelah “aplikasi surat perintah untuk menghentikan keabsahan kontrak eksklusif” melawan SM, mengklaim bahwa kontrak eksklusif selama 13 tahun terlalu lama, dan hingga sekarang proses hukum masih berlangsung.

Setelah ini, mereka memiliki kesulitan dalam pendistribusian album, penyewaan panggung, tampil di TV dan lainnya. Dengan tingginya jumlah penjualan album dan popularitas, publik sama sekali tidak melihat mereka di program musik/entertainment manapun selama tiga tahun.

Contohnya, Park Yuchun yang tampil dalam drama (KBS) SKK Scandal dan (SBS) Rooftop Prince sebagai tokoh utama, tetapu kita sama sekali tidak bisa melihat wajahnya di tv, meskipun faktanya kemunculan para aktor lainnya pada program stasiun TV yang sama selama drama mereka adalah peraturan tidak tertulis dalam mempromokan drama ini. Bahkan dalam beberapa kasus, penampilan Yuchun akan dipotong setelah penayangan.

Pertama, perusahaan stasiun tv berkata bahwa “kami tidak dapat menayangkan penyanyi yang masih memiliki kasus hukum”. Walaupun begitu, JYJ berkeras bahwa “aktivitas individu dijamin bebas selama proses hukum tersebut berlangsung”. Beberapa perkataan menyatakan situasi ini dikarenakan tekanan dari luar. “Saya sangat berfokus tentang situasi sekarang bahwa saya dapat muncul di tv melalui drama-drama. Tetapi saya memutuskan bahwa akan lebih baik melakukan sesuatu dimana saya bila melakukan yang terbaik, (mengetahui promosi akan sulit) maka saya merilis sebuah solo album di bulan Mei,” kata Kim Junsu saat konferensi pers di Meksiko. Musik video Tarantallegra-nya yang mana menghabiskan satu juta Won, tidak pernah mengudara dimanapun.

JYJ mencari peluang diluar negeri. Grup ini menaruh harapan di panggung luar negeri dengan fandom mereka yang berdiri sejak mereka di TVXQ.

◆ Idola Baru di Pasaran

Pencapaian-pencapaian JYJ

Aktivitas yang telah dilakukan JYJ Suasana Solo Konser Kim Junsu di Blackberry Auditorium Meksiko pada tanggal 6 September sangat panas. Konsernya termasuk dalam tur Amerika Utara/Selatan yang dimulai dari New York dan Los Angeles. 3000 fans meneriakan namanya dan berkata “I Love You, Junsu!” dalam bahasa Korea dan menyanyikan “Besame Mucho” (cium aku) secara bersama-sama. Penggemarnya menyanyikan lagu barunya yang berlirik Korea bersama-sama “Set Me Free”. Kim Junsu sedang mempersiapkan untuk melanjutkan Tur Eropa dalam akhir tahun ini. JYJ juga telah melakukan tur di 15 Negara tahun lalu hingga awal tahun ini serta telah bertemu 210.000 fans dari seluruh dunia.

Secara paradoks bisa dikatakan, pembatasan yang dilakukan di Korea malah menciptakan suatu langkah baru. Agensi berkata tur Amerika Selatan sangat kurang menguntungkan karena jauh dari Korea, tetapi ini menjelaskan bahwa “dari segi investasi, kami mencoba untuk pergi kemana saja selama para penggemar ada disana”.

“Kasus JYJ adalah contoh besar fakta bahwa kekuatan manajemen terletak diperusahaan itu sendiri, modal ditanggung oleh si idola berdasarkan dari sistem produksi, meskipun popularitas diperoleh oleh si idola itu sendiri”,  demikian komentar Kim Jakga, pengkritik musik pop. Dia melanjutkan, “JYJ menunjukkan bukti bahwa sebuah grup idola DAPAT bertahan sendiri, tidak bergantung pada wadah dimana kolusi dengan manajemen perusahaan dan perusahaan media itu berada.”

Source: http://joongang.joinsmsn.com/article/aid/2012/09/14/8943944.html?cloc=olink|article|default
Translation Credit :
 http://dedicatee.wordpress.com

Shared by: JYJ Indonesia
Indonesian trans: Tiffani@JYJ Indonesia (edited by Tuti)

<Image JYJ muncul di JoongAng Ilbo, salah satu surat kabar paling terkenal di Korea>

**Jika Anda ingin memindahkan posting, Anda harus memberikan kredit dan menggunakan isi penuh. Mengutip sebagian atau mengedit isi tidak diperbolehkan.**