[NEWS] 120902 Alasan mengapa Kim Junsu patut menjadi orang yang menulis ulang sejarah Kpop

[Berikut ini adalah terjemahan langsung dari artikel yang muncul di Nates melalui Sport Chosun.]

Di New York, K-pop menulis ulang sejarahnya.

Pada tanggal 30 Agustus, salah seorang anggota JYJ Kim Junsu memulai Tur Dunia pertamanya di New York Hammerstein Ballroom. Hingga sekarang, grup idol pria, grup idol wanita, dan mereka yang termasuk kedalam agen yang sama sudah pernah melakukannya, tetapi Kim Junsu adalah artis solo yang pertama yang memulai Tur Dunia seorang diri.

Sejauh itu, penampilan di New York membawa arti khusus bagi K-pop. Ini adalah gebrakan tidak hanya bagi Kim Junsu, tapi juga bagi K-pop itu sendiri, yang telah terhambat disebabkan dengan adanya batasan genre dan para artis (seniman musik).

Alasan mengapa – walaupun ia pernah berhasil mengumpulkan 100,000 fans sebelumnya – Junsu hanya tampil dihadapan 2000 penggemar.

Tidak ada kata penting lain untuk diucapkan. Kim Junsu adalah artis yang mewakili K-pop. Grup dimana ia tergabung, JYJ, mengejutkan tidak hanya media Jepang tetapi juga otoritas musik Korea karena grup tersebut mampu mengumpulkan sekitar 100,000 fans hanya dalam waktu dua hari dalam konser yang digelar di Tokyo Dome pada bulan Juni 2010.

Jika anda menganggap ketenarannya, panggung kecil bisa menyebabkan kecanggungan dan asing baginya karena tur dimulai di stadion yang hanya dapat menampung 3000 orang.

Namun, ini adalah bagian kecil dari proyek jangka panjang Junsu untuk melompat menjadi bintang dunia. Wakil agensinya, Baek Chang Ju, mengatakan, “Dalam rangka untuk tampil di banyak kota di seluruh dunia dan tidak berakhir dalam satu konser – kemudian selesai, dengan menjadi terlalu melekat pada skala, ia tampil di sebuah tempat kecil. Juga, ketimbang menerima jaminan dari promotor lokal, perusahaan berinvestasi langsung untuk menjalankan tur.”

Reaksi dari 2000 penggemar yang memperoleh tiketnya adalah fanatik. Sangatlah mudah untuk menemukan penggemar wanita berumur dua puluhan tidak hanya dari Asia tetapi juga dari AS, Kanada, dan Spanyol.

Alasan mengapa Kim Junsu menjadi protagonis dalam menulis ulang sejarah K-pop

Video musik Tarantallegra, judul lagu dari album solo pertamanya, muncul mengawali konser. Para hadiri memanasi suasana konser dengan menari pada lagu tersebut. Selanjutnya, Kim Junsu memenuhi harapan para penggemar New York dengan menari dan menyanyikan lagu Dance dan No Gain.

Sementara itu, meskipun solois pria banyak mengadakan konser di negara-negara asing, alasan mengapa Kim Junsu adalah orang pertama yang mengadakan tur dunia adalah special. Sudah jelas karena ia memiliki pesona yang sulit untuk ditemukan pada artis lainnya. Sebagai aktor musikal, ia menguasai akting dan bernyanyi.

Menunjukan keahlian bernyanyinya dengan menyanyikan lagu-lagu balada seperti You Are So Beautiful, 알면서도 (Even though you know), 돌고돌아도 (Turning Round and Around) sebagai seorang vokalis, dia menunjukkan keahlian menarinya melalui Tarantallegra dan Fever. Lebih lanjut lagi, dia menampilkan lagu dimana ia pernah tampil dalam sebuah musikal yaitu 마지막(Last Dance) dari Elizabeth dan나는나는음악 (I am Music) dari Mozart.

Konser ini berlangsung selama 120 menit dengan nyanyian, tarian, dan akting tetapi ketegangan yang timbul malah membuat 120 menit tersebut berlalu secepat mengedipkan mata.

Dengan adanya proyek besar sebagai bintang dunia kedepannya, Junsu memperkenalkan singel berbahasa Inggrisnya hari itu. Album yang berisi Tarantallegra versi bahasa Inggris dan sebuah lagu bergaya urban-pop R&B, Uncommitted, direkam dan video musik diproduksi dengan kru terbaik di Los Angeles. Pada hari itu, 30 Agustus, dengan menampilkan Uncommitted, Junsu tidak hanya memuaskan penggemar yang memang berbicara dalam bahasa Inggris tetapi juga menimbulkan minat mereka ketahap selanjutnya.

Amy (35 tahun), yang datang untuk menonton konser, mengatakan:

“Aku menyukai fakta bahwa Kim Junsu memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosinya dengan bernyanyi dimana ini tidak dimiliki oleh penyanyi lain.”

Mariage(umur 21) juga berkata:

“Aku melihat wajahnya persis didepan panggung. Kelihatannya dia memang sangat menikmatinya.”

 

Air mata yang keluar setiap kali ia tampil di New York sangat jelas terlihat

Muncul dengan awal baru, Junsu akan menggelar konser berikutnya di LA tanggal 2 September, di Meksiko pada tanggal 6 September, Brazil pada tanggal 8 September dan di dua negara Eropa pada bulan November.

Walaupun ia dinilai akan menjadi artis solo yang sukses, ironisnya, Kim Junsu tidak dapat menghindar dari kenyataan yang ada. Fakta bahwa JYJ tidak bisa melakukan promosi di TV, dengan tampil di drama – seperti anggota lainnya, Park Yoochun dan Kim Jae Joong – menjadisatu-satunya media tv bagi Junsu.

Namun, karena ia lebih percaya diri dalam menyanyi dan menari daripada akting, dia jatuh kedalam dilema.

Sementara itu, Junsu memilih pilihan ketiga dengan merekam album solo dan merilis album solo pertamanya, Tarantallegra, sebagai Xia di bulan Mei.

Kim Junsu menangis tiga kali dipanggung New York. Ini menunjukkan betapa sulit dan stres-nya Junsu pada masa-masa panjang dimana ia harus merenungkan untuk kembali tampil sebagai artis solo. Dia mampu memenuhi harapan yang tinggi bahkan dalam kondisi terburuk karena era mempublikasikan musik hanya dengan melalui siaran telah mati. Junsu mengungkapkan pendapatnya, dengan berkata: Telah diproyeksikan bahwa Tur Dunia ini, dengan awal yang stabil, akan mengarah ke era “Bintang Dunia Kim Junsu” ketika ia merilis lebih banyak lagu lagi.

 

 Sources: News & Pictures: Nate
Translation Credit: Sarah Park via HelloKpop
Shared by: JYJ3 + JYJ Indonesia

Indonesian trans: Tuti Handayani@JYJ Indonesia